Minggu, 25 November 2012

bola basket



BOLA BASKET



A.      Pengertian dan Sejarah Permainan Bola Basket
1.       Pengertian Permainan Bola Nasket
Bola basket adalah olahraga yang dimainkan oleh dua regu yang saling memasukkan bola ke keranjang lawan dengan tangan. Dalam permainan bola baskettidak diperkenankan menggunakan kaki untuk menendang bola dan menggiring bola. Regu yang memperoleh angka terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu putra maupun putri yang tiap-tiap regu terdiri dari 5 orang pemain. Permainan ini bertujuan mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke keranjang lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai. Dalam memainkan bola, pemain dapat mendorong bola, memukul bola, dengan telapak terbuka, melempaar atau menggiring bola ke segala penjuru dalam lapangan permainan.

2.       Sejarah Permainan Bola Basket
Menurut sejarahnya, permainan bola basket diciptakan oleh seorang instruktur Pendidikan Jasmani pada YMCA (Young Man Christian Association), Springfield, Massachusets, Amerika Serikat tahun 1891.
Mereka membutuhkan permainan yang bergerak cepat, terutama pada musim dingin dan dapat dimainkan dalam ruangan tertutup. Oleh sebab itu, Dr. James A. Naismith sebagai guru jasmani me nciptakan permainan yang tidak mengandung unsure menendang, menjegal, menarik, dan sangat mudah dipelajari.
Tahun 1892 Naismith memperkenalkan permainan ini ke masyarakat Amerika Serikat. Tahun 1892 untuk pertama kalinya dibuat peraturan baku permainan bola basket. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1893 kata Basket ball secara resmi diterima dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
Kejuaraan bola basket pertama kali dilaksanakan tahun 1913, saat itu regu Philipina berhasil mengalahkan regu Cina. Lima tahun kemudian Negara-negara Eropa mulai mengenal permainan bola basket. Tahun 1932 untuk pertama kalinya berlangsung kongres Bola Basket dan  terbentuklah organisasi amatir bola basket dunia dengan nama FIBA (Federation Internationale de basketball Amateur) di Jenewa, Swiss. Tahun 1933 untuk petama kali dilangsungkan Kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di Turin, Italia. Dan baru tahhun 1936,bola basket dipertandingkan dalam Olimpiade, yang ketika itu berlangsung di Berlin.
Di Indonesia permainan boal basket sudah ada sejak zaman revolusi, khususnnya di kalangan masyarakat Yogjakarta. Permainan bola basket dirasakan sebagai pembangunan semangat juang untuk menghindari ancaman kaum penjajah merebut kembali tanah air Indonesia.
Bahkan ketika berlangsung PON I September 1948 di Solo, bola basket sudah ikut dipertandingkan meskipun terbatas  untuk beberapa regu, seperti Solo, Yogjakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan. Ketua KOI (Komite Olimpiade Indonesia) Maladi, mulai menyusun organisasi olahraga ini.
Pada tanggal 23 Oktober 1951, terbentuklah PERBASI (Persatuan Basket Ball Selurh Indonesia). Namun dirasa tidak cocok, tahun 1955 dirubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia, dengan singkatan tetap PERBASI.
Sejak itulah permainan bola basket di Indonesia terus berkembang hingga ke daerah-daerah. Sementara itu pertandingan terus berlanjut, baik dalam negeri maupun turnamen ke luar negeri.

B.      Teknik-Teknik Permainan Bola Basket
Bola basket merupakan permainan yang gerakannya kompleks, yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, serta unsure kekuatan, kecepatan, dan kelentukan. Untuk melakukan gerakan-gerakan bola basket dengan baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Dengan kondisi fisik yang baik akan memudahkan melakukan geraka-gerakn yang lebih sulit.
Untuk dapat bekerja sama dengan baik, tentu harus menguasai teknik melempar, menangkap, dan menggiring bola dengan baik.

Teknik dasar permainan bola basket antara lain:
1.       teknik melempar dan menangkap bola
teknik melepar mengandung pengertian mengoper bola (passing), sedangkan menangkap bola berarti menangkap bola. Oleh karena itu, kegiatan menangkap dan melempar bola dapat berlangsung silih berganti. Menangkap dan melempar bola biasanya dilakukan secara berteman atau berpasangan. Apabila seseorang memegang bola, ia harus melemparkan bola dan sebaliknya, apabila ia dalam posisi tidak memegang bola, ia bersiap-siap untuk menerima atau menangkap bola.
Teknik-teknik dasar melempar bola (passing) dalam permainan bola basket adalah sebagai berikut:
a.         Cara Memegang Bola
Memegang bola dalam permainan bola basket adalah sekaligus menerima atau menangkap bola.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
1)    Bola dipegang dengan kedua telapak tangan seluruhnya mengenai bola
2)    Letak tangan pada bagian samping bola agak sedikit ke belakang jari-jari terbuka, ibu jari menghadap ke dalam dan antara ibu jari yang satu dengan yang lainnya kira-kira berjarak satu telapak tangan.
3)    Pada waktu menerima operan hendaknya bola disambut dengan kedua tangan serta ditarik ke arah dada.

2.       Teknik Mengoper Bola
1)         Mengoper bola dengan dua tangan daari depan dada (Chest pass)
Mengoper bola dengan dua tangan daari depan dada (Chest pass) merupakan operan yang serinng dilakukan dalam suatu pertandingan bola basket. Operan ini berguna untuk jarak pendek. Mengoper bola dengan cara ini akan menghasilkan kecpatan, ketepatan, dan kecermatan. Jarak lemparan adalah 5 sampai 7 meter.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a)      Bola di pegsng sesuai dengan teknik memegang bola basket.
(b)      Sikut dibengkokkan ke samping sehingga bola dekat dengan dada
(c)       Sikap kaki dapat dilakukan sejajar atau kuda-kuda dengan jarak selebar bahu.
(d)      Lutut ditekuk, badan condong ke depandan jaga keseimbangan
(e)      Bagi yang baru belajar, gerakan pelurusan dapat dibantu dengan melangkahkan salah kaki ke depan
(f)       Arah operan setinggi dada, atau antara pinggang dan bahu penerima
(g)      Bersamaan dengan gerak pelepasan bola, berta badan dipindahkan ke depan.

2)    Operan dari atas kepala (Overhead pass)
Lemparan ini biasanya dilakukan olehh pemain yang berbadan tinggi sehingga melampaui daya raih lawan. Lemparan ini juga bisa digunakan untuk operan cepat.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) Cara memegang bola sama dengan lemparan dari depan dada, hanya saja posisi permulaan bola di atas kepala sedikit di depan dahi dana siku agak ditekuk
(b) Bola dilemparkan dengan lekukan pergelangan tangan yang arahnya agak menyerong kebawah disertai dengan meluruskan lengan.
(c)  Lepasnya bola dari tangan menggunakan jentikan ujung jari tangan.
(d) Posisi kaki berdiri tegak, tetapi tidak kaku. Bila berhadapan dengan lawan, maka untuk mengamankan bola dapat dilakukan dengan menignggikan badan,yaitu dengan mengangkat kedua tumit.
3)      Operan pantulan (Bounce pass)
Operan pantulan dengan dua tangan dilakukan dalam posisi bola di depan dada. Operan ini sangat baik dilakukan untuk menerobos lawan yang tinggi. Bola dipantulkan di samping kiri atau kanan lawan dan teman sudah siap menerimanya di belakang lawan. Lemparan ini harus dilakukan dengan cepat agar tidak tertahan atau terserobot lawan. Lemparan pantulan dapat juga dilakukan dengan jalan menipu lawan ke samping kanan, padahal bola dilemparkan ke sebelah kiri atau sebaliknya.
Cara melakuknnya sebagai berikut:
(a)      Metode pelaksanaannya (sikap permulaan) sama dengan operan setinggi dada.
(b)      Bola dilepaskan atau didorong dengan tolakan dua tangan menyerong ke bawah dari letak badan lawan dengan jarak kira-kira 1/3 dari penerima.
(c)       Pandangan mata ke arah bola yang dipantulkan, kemudian ke penerima
(d)      Bila berhadapan dengan lawan, maka sasaran pantulan bola berada di samping kanan atau kiri lawan.
4)      Operan baseball (bisbol)
Operan baseball efektif digunakan ketika harus melakukan operan panjang untuk memberikan bola ke seorang rekan satu tim, sepeti lemparan ke dalam ketika se orang rekan tim berada di tengah lapangan .
Cara melakukannnya sebagai berikut:
(a)      posisikan bola pada satu tangan, seperti memegang bola bisbol.
(b)      Tariklah tangan yang akan digunakan untuk melempar ke belakang kepala.
(c)       Saat melangkah maju ke sasaran, putarlah bahu dan operkan bola ke sasaran dengan menggunakan gerak seperti melempar bola bisbol.
(d)      Pastikan untuk melakukan gerak lanjut lemparan dengan mengarahkan lengan yang di pakai untuk mengoper itu ke sasaran setelah melepaskan bola.
5)         Operan sambil lari (Shuffle)
Operan Sshuffle bisa menjadi sarana efektif untuk membantu seorang teman melewati pemain bertahan untuk mencetak angkah  dengan mudah.
Cara melakuknnya sebagai berikut:
(a)      Pegang bola dengan salah satu tangan dan posisika bola di dekat badan
(b)      Julurkan tangan ke arah sasaran (seorang teman satu tim)sambil membiarkan bola bergulir meniggalkan ujung jari-jari dan berikan sedikit lecutan pergelangan (flip) ke arah sasaran tepat sebelum bola meninggalkan tangan.
6)         Operan selubung (wrap around)
Operan selubung Efektif digunakan ketika pemain harus bergerak menyamping untuk menyerahkan bola ke teman satu tim dengan melewati seorang pemain bertahan.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a)      Pertama-tama pegang bola dengan tangan kiri
(b)      Sedikit demi sedikit julurkan lengan kiri menyamping kearah bagian luar pemain bertahan.
(c)       Pantulkan bola pada titik sasaran di lantai lapangan dengan jarak sekitar dua pertiga dari teman satu tim.
(d)      Lecutkan pergelangan tangan agara operan tersebut lebih kuat.
(e)      Bola harus berhasil memantul langsung dari titik sasaran di lantai lapangan ke tangan teman satu tim
(f)       Pastikan untuk melakukan gerak lanjut lemparan dengan mengarahkan tangan yang memberikan operan ke titik sasaran setelah melepaskan bola.
7)         Operan di belakang punggung (behind the back)
Operan di belakang punggung efektif digunakan ketika seorang pemain ingin membuat pemain bertahan terkejut sehingga bola melewatinya kearah teman satu tim.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a)      Pegang bola dengan tangan yang akan dipakai mengoper
(b)      Ayunkan bola mengitari punggung kearah sasaran.
(c)       Saat bola bergerak meninggalkan ujung-ujung jari tangan, tambahkan lecutan pergelangan agar lemparan tersebut lebih kuat.

3.       Teknik Menangkap Bola
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) Berdiri dengan sikap kaki melangkah menghadap arah datrangnya bola
(b) Kedua lengan di julurkan ke depan menyongsong arah datangnya bola dengan sikap telapak tangan menghadap arah datangnya bola
(c)  Berat badan bertumpu pada kaki depan
(d) Setelah bola menyentuh telapak tangan, tariklah kaki depan ke belakang, siku kedua lengan ditekuk hingga bola ditarik mendekati dada atau badan.
(e) Badan agak condong ke depan
(f)  Berat badan bertumpu pada kaki belakang
(g) Posisi bola dipegang di depan badan.

4.       Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Menggiring bola menuju merupakan suatu usaha untuk membawa bola menuju ke depan atau ke lapangan lawan. Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan satu tangan (kiri atau kanan). Kegunaan menggiring bola ialah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan.

Bentuk-bentuk menggiring bola basket adalah sebagai berikut:
1)    Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
2)    Menggiring bola rendah (untuk mengontrol atau menguasai, terutama dengan pemain lawan dalam menerobos pertahanan lawan).
3)    Menggiring campuran menurut kebutuhan. Perubahan menggiring tinggi dan rendah atau sebaliknya sangat dibutuhkan untuk gerakan tiba-tiba.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) Peganglah bola dengan kedua tangan rileks, tangan kanan di atas bola, tangan kiri di bawah menjadi tempat terletaknya bola.
(b) Salah satu kaki ke depan (yang berlawanan dengan tangan yang melakukan dribbling), dan lutut ditekuk.
(c)  Badan agak condong ke depan, berat badan diantara dua kaki.
(d) Bola dipantulkan buka dipukul maka pada saat bola ke atas tangan agak mengikuti bola ke atas, pergelangan tangan tidak kaku, dan sikut merupakan sumbu gerakan.
(e) Pandangan ke depan, tetapi untuk pemula boleh melihat bola.
(f)  Dapat dilakukan ditempat aatau mundur dan majusambil berjalan.
(g) Setelah latihan di atas dikuasai maka dilanjutkan dengan menggiring sambil berlari ke depan.
(h) Kombinasikan antara mengoper, menggiring, dan menembak sehingga dapat dilakukan dengan cepat.



A.      Pengertian dan Sejarah Permainan Bola Basket
1.       Pengertian Permainan Bola Nasket
Bola basket adalah olahraga yang dimainkan oleh dua regu yang saling memasukkan bola ke keranjang lawan dengan tangan. Dalam permainan bola baskettidak diperkenankan menggunakan kaki untuk menendang bola dan menggiring bola. Regu yang memperoleh angka terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu putra maupun putri yang tiap-tiap regu terdiri dari 5 orang pemain. Permainan ini bertujuan mencari nilai atau angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke keranjang lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan nilai. Dalam memainkan bola, pemain dapat mendorong bola, memukul bola, dengan telapak terbuka, melempaar atau menggiring bola ke segala penjuru dalam lapangan permainan.
B.      Teknik-Teknik Permainan Bola Basket
Bola basket merupakan permainan yang gerakannya kompleks, yaitu gabungan dari jalan, lari, lompat, serta unsure kekuatan, kecepatan, dan kelentukan. Untuk melakukan gerakan-gerakan bola basket dengan baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Dengan kondisi fisik yang baik akan memudahkan melakukan geraka-gerakn yang lebih sulit.
Untuk dapat bekerja sama dengan baik, tentu harus menguasai teknik melempar, menangkap, dan menggiring bola dengan baik.


Teknik dasar permainan bola basket antara lain:
1.       Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Menggiring bola menuju merupakan suatu usaha untuk membawa bola menuju ke depan atau ke lapangan lawan. Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan satu tangan (kiri atau kanan). Kegunaan menggiring bola ialah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan.

Bentuk-bentuk menggiring bola basket adalah sebagai berikut:
1)    Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
2)    Menggiring bola rendah (untuk mengontrol atau menguasai, terutama dengan pemain lawan dalam menerobos pertahanan lawan).
3)    Menggiring campuran menurut kebutuhan. Perubahan menggiring tinggi dan rendah atau sebaliknya sangat dibutuhkan untuk gerakan tiba-tiba.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) Peganglah bola dengan kedua tangan rileks, tangan kanan di atas bola, tangan kiri di bawah menjadi tempat terletaknya bola.
(b) Salah satu kaki ke depan (yang berlawanan dengan tangan yang melakukan dribbling), dan lutut ditekuk.
(c)  Badan agak condong ke depan, berat badan diantara dua kaki.
(d) Bola dipantulkan buka dipukul maka pada saat bola ke atas tangan agak mengikuti bola ke atas, pergelangan tangan tidak kaku, dan sikut merupakan sumbu gerakan.
(e) Pandangan ke depan, tetapi untuk pemula boleh melihat bola.
(f)  Dapat dilakukan ditempat aatau mundur dan majusambil berjalan.
(g) Setelah latihan di atas dikuasai maka dilanjutkan dengan menggiring sambil berlari ke depan.
(h) Kombinasikan antara mengoper, menggiring, dan menembak sehingga dapat dilakukan dengan cepat.

2.       Teknik Menembak (Shooting)
Usaha memasukkan bola ke keranjang diistilahkan dengan menembak, dapat dilakukan dengan satu tangan, dua tangan, dan lay-up.

1)      Tembakan satu tangan (one hand set shooot)
Sikap badan pada waktu akan menembakkan bola;
(a)    Berdiri tegak, kaki sejajar atau kaki kanan di depan (bagi yang tidak kidal), kaki kiri di belakang, sementara kaki ditekuk.
(b)   Bola dipegang dengan tangan kanan di atas kepaladan di depan dahi, siku tangan kanan ditekuk ke depan, tangan kiri membantu memegang bola agar tidak jatuh dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan, serta pandangan di tujukan ke keranjang (ring basket).
(c)    Kemudian bola ditembakkan ke keranjang basket dengan gerakan siku, badan, dan lutut diluruskan secara serempak. Pada waktu tangan lurus, bola dilepaskan, jari-jari dan pergelangan tangandiaktifkan.

2)      Tembakan dua tangan
Sikap badan pada waktu akan melakukan tembakan adalah:
(a)    Badan tegak,kedua kaki dibuka sejajar. Kedua lutut ditekuk.
(b)   Bola dipegang dengan kedua belah tangan di atas dan di depan dahi.
(c)    Kedua siku ditekuk, pandangan di arahkan ke keranjang basket yang menjadi sasaran tembakan.
(d)   Bola ditembakkan ke keranjang basket dengan bantuan dorongan lengan (siku), badan dan lutut diluruskan secara serempak.
(e)   Pada waktu bola lepas, jari-jari tangan dan pergelangan tangan diaktifkan, artinya digerakkan ke atas ke depan dank e bawah. Jadi jalannya bola ke atas, ke depan, dan akhirnya ke bawah menuju ke keranjang.
3)      Tembakan Lay-up
Tembakan Lay-up adalah tembakan yang dilakukan dengan jarak dekat sekali dengan keranjang basket, hingga seolah-olah bla itu diletkkan ke dalam keranjang basket yang didahului dengan langkah. Tembakan ini disebut gaya tembakan tiga langkah. Gerakan melangkah dapaat dilakukan dari menerima operan atau gerakan menggiring bola. Melangkahkan kaki dua kali, mengoper, atau menembakkan bola merupakan unsur  yang sangat penting dalam gerakan lay-up.

Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan lay-up :
a)      Saat menerima bola, badan haarus dalam keadaan melayang
b)      Saat melangkah, langkah pertama harus lebar atau jauh guna mendapatkan jarak maju sejauh mungkin, langkah kedua pendek untuk memperoleh awalan tolakan agar dapat melompat setinggi-tingginya.
c)       Saat melepaskan bola, bola harus dilepas dengan kekuatan kecil.

4)      Tembakan meloncat dengan dua tangan (Jump shoot)
Cara memegang dan melepaskan bola pada tembakan sambil meloncat, sama dengan pelaksanaan tembakan dengan satu tangan di atas kepala.perbedaannya dalam tembakan sambil meloncat didahului dengan loncatan tegak lurus ke atas dan bola dilepaskan pada saat menembak sampai pada titik tingginya atau saat dia berhenti di atas, pada waktu di atas kaki lemas bergantung.


5)      Tembakan kaitan
Tembakan kaitan merupakan senjata yang sangata baik unutk penyerangan jarak dekat. Jika di daerah lawan dijaga dengan kuaat sekali. Dengan tembakan kaitan penembak tidak perlu mengambil sikap awal mengahadap ke keranjang basket, tetapi dengan sikap miring atau menyamping keranjang dan bola dilepaskan dengan tangan yang berjauhan dengan keranjang atau penjaga sehingga sulit untuk membendungnya.

3.       Teknik latihan olah kaki (Footwork)
Gerak kaki yang baik dapat berfungsi untuk menghadang/mengecoh atau menggiring bola. Ini dapat dilakukan dengan menggerakkan kaki bertukar arah.

Olah kaki dapaat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1)      Bergeraklah dengan cara mendekat, menggeser, dan melangkah mundur tanpa ada langkah silang
2)      Jaga jarak sebaik-baiknya dengan posisi jaga sambil mengingat syarat-syarat yang umum maupun yang khusus.
3)      Jangan sekali-kali menggunakan langkah silang
4)      Ambillah jarak lebih cepat se-langkah dalam mengikuti penggiring
5)      Rapatkan dan cegahlah lawan yang jelas-jelas akan menembak
6)      Jangan meloncat sebelum jelas pemain lawan meloncat lebih dahulu
7)      Untuk menghindari tipuan, pandanglah pinggang lawan.
8)      Hadang dan tutuplah jalan pemotong yang menuju ke daerah basket.

4.       Teknik latihan Pivot
Yang dimaksud pivot dalam permainan bola basket adalah menggerakkan salah satu kaki ke segala arah dengan kaki yang lainnya tetap di tempat sebagai poros. Tujuan berputar adalah mengadakan gerak tipu aatau menghindari lawan yang berusaha merebut bola.
Ketentuan-ketentuan dalam melakukan pivot adalah sebagai berikut:
1)      Bila seorang pemain menerima bola dengan keadaan kaki sejajar, ia boleh melangkahkan kakinya ke segala arah dengan salah satu kaki, sedangkan kaki yang satunya lagi harus tetap kontak dengan lantai sebagai kaki poros.
2)      Bila seorang pemain menerima bola dalam keadaan berlari dan berhenti dengan keadaan kakinya tidak sejajar, ia tidak diperbolehkan menggunakan kaki depannya sebagai poros, tetapi harus kaki belakangnya yang digunakan sebagai poros. Jadi yang diperbolehkan melangkah ke segala arah adalah kaki yang di depannya saja.
5.       teknik merayah atau rebound


C.      Peraturan Permainan Bola Basket
1.       Pemain, Pemain Pengganti, dan Pelatih (Players, Subtitutes, and Coach)
a)         Regu-Regu (Teams)
Tiap regu terdiri dari :
(1)      Tidak lebih dari 10 orang anggota regu yang memenuhi syarat  untuk bermain 2 x 20 menit.
(2)      Tidak lebih dari 12 anggota regunya yang memenuhi syarat untuk bermain 2 x 20 menit atau untuk turnamen yang dalam setiap regunya harus bermain lebih dari 3 pertandingan.
(3)      Seorang pelatih dan diinginkan oleh regu, seorang asisten pelatih
(4)      Seorang kapten, yaitu salah seorang anggota regu yang memenuhi syarat untuk bermain.
b)         Pemain dan Cadangan (pengganti)
(1)      5 orang dari setiap regu berada di dalam lapangan selama pertandingan dan dapat diadakan pergantian pemain sesuai ketentuan yang ada.
(2)      Seragam para pemain terdiri dari; baju kaos dan celana pendek yang berwarna sama, baik bagian depan maupun  belakang (yang bergaris-garis tidak diperbolehkan).
(3)      Setiap pemain harus diberi nomor pada bagian depan dan belakang dari kaosnya. Ukuran bagian belakang 20 cm.

2.       Ketentuan tentang Waktu (Timing regulations)
Waktu pertandingan (Playing Time)
a.       Masa (waktu) suatu pertandingan yaitu 2 x 20 menit atau 4 x 12 menit.
b.      Masa istirahat di antara babak berlangsung selama 10 menit atau 15 menit.
3.       Time-out Yang diberikan (Charged time-out)
Time-out harus diberikan berdasarkan ketentuan0ketentuan sebagai berikut:
a.       Untuk pertandingan dengan waktu 2 x 20 menit, 2 kali kesempatan time-out untuk setiap regu selama babak pertama pertandingan berlangsung. 3 kali kesempatan time-out untut=k setiap regu selama babak kedua pertandingan berlangsung dan 1 kali time-out setiap babak tambahan.
b.      Untuk pertandingan 4 x 12 menit, 3 kali kesempatan time-out diberikan pada tiap-tiap babak (dua periode) selama permainan berlangsung dan 1 kali time-out untuk tiap babak tambahan.
4.       Peraturan Permainan (Playing regulations)
a.       Awal Permainan
1)      Pertandingan tidak dapat dimulai jika salah satu regu belum dilapangan dengan 5 orang pemain yang siap untuk berrmain.
2)      Pertandingan resmi dimulai saat referee atau wasit dengan memegang bola, melangkah ke lingkaran tengah untuk melaksanakan jump-ball (bola loncat).
3)      Pertandingan dimulai dengan bola loncat dilingkaran tengah.

b.      Kedudukan Bola
1)      Bola berada dalam permainan pada saat:
(a)    Bola dilepaskan dari tangan wasit
(b)   Pada saat lemparan bebas, wasit memberika bola kepada pemain yang akan melaksanakan lemparan bebas
(c)    Pada saat trow-in dari luar garis bebas bola berada ditangan pemain yang akan melaksanakan trow-in (lemparan ke dalam).
2)      Bola menjadi mati:
(a)    Terjadi gol atau lemparan bebas yang sah
(b)   Wasit meniup peluitnya ketika bola ada dalam permainan (hidup).
(c)    Secara jelas bahwa bola tidak akan masuk ke jaring pada saat melakukan tembakan bebas.

c.       Bola Loncat
1)      Bola loncat terjadi jika wasit melakukan lempaaran bola ke atas di antara kedua pemain yang berlawanan.
2)      Supaya bola loncat itu sah, bola itu harus ditepis dengan tangan oleh seorang atau kedua pemain yang melakukan loncatan.
3)      Bola loncat harus dilaksanakan dilingkaran tengah antara dua pemain yang mana saja dari regu masing-masing yang berlawanan dan ditunjuk oleh kapten regu.
4)      Peloncat hanya boleh menepis bola sebanyak 2 kali dan setekah itu tidak boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh salah seorang dari 8 pemain lainnya atau tekah jatuh ke lantai atau menyentuh jarring atau papan pantul dalam hal ini, ada 4 kali kemungkinan sentuhan oleh kedua peloncat pada saat bola loncat berlangsung
5)      Ke-8 pemain lainnya tetap berdiri diluar lingkaran sampai bola ditepis.
6)      Apabila bola tidak ditepis oleh seorang atau kedua peloncat atau bola menyentuh lantai tanpa ditepis oleh seorang atau kedua peloncat, bola loncat harus diulangi.

d.      Cara Memainkan Bola
1)      Dalam permainan bola basket, bola dimainkan dengan tangan
2)      Berdiri dengan bola, dengan sengaja menendang bola atau meninju bola merupakan pelanggaran. Yang dimaksud dengan menendang bola ialah menampar atau menahannya dengan lutut, tiap bagian dari kaki, bagian atas kaki, bagian bawah.
3)      Menyentuh bola dengan kaki tanpa sengaja bukan merupakan pelanggaran.

e.      Bola Masuk dan Gol yang akan didapatkan
1)      Sebuah angka terjadi pada saat bola hidup masuk ke keranjang dari atas atau masuk ketika mengoper bola.
2)      Goal yang terjadi di lapangan diberi nilai untuk regu yang sedang melakukan serangan ke jarring sebagai berikut:
(a)    Gol dari lemparan bebas dihitung 1 angka
(b)   Gol dari lapangan dihitung 2 angka
(c)    Gol yang dibuat dari daerah 3 angka dihitung 3 angka
3)      Apabila salah satu regu tidak sengaja membuat gol dari lapangan ke jaringnya sendiri, angkanya akan dicatat sebagai gol yang dibuat oleh kapten lawannya.
4)      Jika regu sengaja membuat gol dijaringnya sendiri, hal itu merupakan suatu pelanggaran dan tidak dihitung.
5)      Jika seorang pemain dengan tidak menyebabkan bola masuk jarring dari bawah, permainan dilanjutkan dengan bola loncat antara 2 pemain yang berlawanan.
6)      Jika seorang pemain dengan sengaja menyebabkan nola masuk dari bawah jarring, hal itu merupakan suatu pelanggaran.

f.        Lemparan Ke Dalam dari Luar Lapangan
1)      Lemparan bola ke dalam yang dilakukan dari luar lapangan atau di belakang garis akhir di ujung lapangan dimana gol itu terjadi.
2)      Menyusul sebuah pelanggaran atau pergantian pemain dan permainan harus dimulai lagi dengan lemparan ke dalam dari luar garis.
3)      pemain yang akan melempar bola ke dalam harus berdiri dari luar garis seperti yang ditentukan oleh wasit di tempat yang paling dekat dengan titik tempat kejadian pelanggaran atau di tempat permainan dihentikan.
5.        Gambar lapangan
 

1 komentar:

Alina Thorfi mengatakan...

thanks gan....ini bs ngebantu

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes