Minggu, 25 November 2012

bola voli



BOLA VOLI




 
1.       Hakekat dan Sejarah Perkembangan Permainan Bola Voli
a.         Hakekat Permainan Bola Voli
Permainan bola voli adalah suatu cabang olahraga dengan memvoli bola di udara hilir mudik di atas jarring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. Memvoli atau memantulkan bola ke udara dapat mempergunakan bagian tubuh mana saja (asalkan sentuhan atau pantulanya sempurna).
b.      Sejarah Singkat Permainan Bola Voli
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. Dia adalah Pembina pendidikan jasmani pada organisasi  “Young Man Christian Association” (YMCA) do kota Holyoke Massachussets, Amerika serikat. Mula-mula permainan  bola voli diberi nama Mintonette,  dimana permainanya hamper serupa dengan Badminton. Jumlah pemain tidak terbatas, sesuai dengan tujuan semula yaitu untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh disamping bersenam umum.
Keudian permainan ini diubah menjadi Volley ball yang artinya kurang lebih memvoli bola berganti-ganti. Pada tahun 1892 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli de Negara Amerika Serikat. Pertandingan bola voli yang pertama tahun 1947 di Polandia. Pada tahun 1948, IVBF (International Volley Ball Federation) didirikan dengan beranggotakan 15 negara dan berpusat di Paris.
Dalam perang dunia II permainan ini tersebar ke seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas permainan bola voli di Amerika Seriakat menurun, sedangkan di Negara lain terutama Eropa timur dan Asia berkembang sangat cepat dan missal. Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1928, yaitu pada zaman penjajahan Belanda.
Permainan bola voli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasaar itulah maka pada tanggal 22 Januari 1945, PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakartabersamaan dengan kejuaraan yang pertama. Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II di Jakarta dan POM I di Yogjakarta. Setelah tahun 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.

2.       Teknik-Teknik Permainan Bola Voli
a.         Teknik Dasar Servis
Pada mulanya servis hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan. Sesuai dengan kemajuan permainan, servis ditinjau dari sudut taktik merupakan suatu serangan awal untuk mendapt nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Keberhasilan suatu servis bergantung pada kecepatan bola, jalan, dan putaran bola, serta penempatan bola ketempat kosong kepada pemain ke garis belakang kepada pemain yang melakukan perppindahan tempat.

Macam-macam servis dalam permainan bola voli adalah sebagai berikut:
1)         Servis tangan bawah (Underhand Service)
Servis yang sangat sederhana dan diajarkan terutama untuk pemain pemula.
Cara melakukannya:
(a) Berdiri didaerah servis menghadap kelapangan, kaki kiri berada di depan
(b) Bola dipegang pada tangan kiri, tangan kanan menggenggam atau dengan telapak tangan terbuka
(c)  Lutut agak ditekuk sedikit dan berat badan berada ditengah
(d) Bola dilambungkan di depan pundak kanan  (setingi 10-20 cm), bersamaan dengan itu tangan kanan ditarik kebelakang, kemudian di ayunkan ke depan atas mengenai bagian belakang bawah bola
(e) Setelah memukul bola diikuti dengan memindahkan berat badan kedepan, dengan melangkahkan kaki kanan ke depan dan segerah masuk ke lapangan untuk mengambil posisi dengan sikap siap normal
2)         Servis mengapung (Floating Service)
Ialah jenis servis yang membuat jalannya bola tidak mengandung putaran (bola bergerak mengapung atau mengambang). Kesulitan lawan dalam menerima bola yang mengapung dan tidak bergerak dalam sat lintasan lurus, kecepatannya tidak teratur, bola sering melayang ke kiri dan ke kanan atau ke atas ke bawah sehingga menimbulkan kesukaran untuk memprediksi arah datangnya bola secara tepat.
Cara melakukan floating service adalah sebagai berikut:
(a) Berdiri di daerah servis menghadap kelapangan, kaki kiri berada di depan. Akan tetapi adapula pemain berdiri dengan kedua kaki sejajar dengan menghadap ke net.
(b) Bola dipegang di tangan kiri setinggi kepala, tangan kanan menggenggam atau dapat pula telapak tangan terbuka
(c)  Bola di lambungkan di depan atas lebih tinggi dari kepala
(d) Tangan kanan segera memukul bola bagian tengah belakang bola
(e) Untuk menghindari terjadinya putaran pada bola, pergelangan tangan harus difiksir atau ditegangkan
(f)  Lengan pemukul harus segaris dengan gaya yang dihasilkan atau di dorongkan ke depan. Jika pukala dilakukan dengan gerakan yang cepat (pukulan keras) dapat dilakukan tanpa gerak lanjut
3)      Overhand round-house service (Hook service)
Servis jenis ini desebut juga servis cekis, yaitu bolanya hanya disentuh sedikit (pukulan tidak keras) dan bola di arahkan ke salah satu sasaran tertentu. Walaupun hasil pukulannya tidak keras, akan tetapi dapat menyulitkan lawan dalam mengantisipasinya.
Cara melakukanya:
(a) Berdiri menyamping lapangan, jarak kedua kaki selebar bahu
(b) Kedua tangan memegang bola, tangan kanan menggenggam atau dapat pula telapak tangan terbuka
(c)  Lambungkan bola diatas bahu kanan (di atas lengan yang akan memukul bola)
(d) Kemudian ayunkan lengan kanan ke arah bola dengan gerakan melingkar secepat mungkin, telapak tangan dalam keadaan terbuka
(e) Saat telapak tangan mengenai bola, lengan dalam keadaan lurus dan gunakan lecutan pergelangan tangan (untuk menambah kecepatan putaran bola)
(f)  Setelah tangan mengenai bola, lanjutkan gerakan lengan kanan melingkar ke arah kiri dan pindahkan berat badan ke kaki kiri

b.      Teknik Dasar Passing
Passing dalam permainan bola voli ialah mengoperkan bola kepada teman seregunya dengan teknik tertentu, sebagai langkah awal menyusun pola serangan kepada regu lawan.           
Macam-macam passing adalah sebagai berikut:
1)      Passing bawah normal
Cara melakukannya:
(a)    Ambil sikap siap normal dalam permainan bola voli yaitu kedua lutut di tekuk dengan badan sedikit dibengkokkan kedepan.
(b)   Berat badan menumpu pada telapak kaki bagian depan untuk mendapatkan keseimbangan labil agar dapat lebih mudah dan lenih cepat bergerak ke segala arah.
(c)    Kedua tangan saling berpegangan, yaitu punggung tangan kanan diletakkan di atas telapak tangan kiri, kemudian saling berpegangan.
(d)   Ayunkan kedua lengan ke arah bola dengan sumbu gerak pada persendihan bahu dan siku betul-betul dalam keadaan lurus
(e)   Perkenaan bola pada bagian proksikal dari lengan, di atas pergelangan tangan dan pada waktu lengan membentuk sudut 45° dengan badan.
(f)     Setelah lengan mengenai bola, kaki belakang melangkah ke depan untuk mengambil posisi siap kembali dan lengan untuk passing bawah dibawah ke depan  (tidak melebihi sudut 90° dengan bahu atau badan).
2)      Variasi passing bawah
Pada saat melakukan passing bawah dalam situasi permainan, jarak bola dengan badan tidak selalu dalam keadaan ideal untuk dapat melakukan passing bawah dengan posisi nirmal. Dari keadaan posisi bola yang bermacam-macam, secara garis besar variasi passing bawah terdiri dari:
(a)    Passing bawah ke depan pada bola rendah (crouching underhand pass)
(b)   Passing bawah bergeser diagonal 45° ke depan (45 degree diagonal underhand pass)
(c)    Passing bawah pada bola jauh di samping badan (underhand pass hitting ball away from body)
(d)   Passing bawah dengan bergerak mundur (backward underhand pass)
(e)   Passing bawah dengan bergerak mundur diagonal 45° (45 degree diagonal backward underhand pass)
(f)     Passing bawah kebelakang (underhand back pass).
3)      Passing atas normal
Cara passing atas normal adalah sebagai berikut:
(a)    Ambil posisi sikap siap normal, yaitu kedua kaki berdiri selebar dada, berat badan menumpu pada telapak kaki bagian depan, lutut ditekuk dengan badan merendah.
(b)   Tempatkan badan secepat mungkin di bawah bola dengan kedua tangan di angkat lebih tinggi dari dahi dan ajri-jari tangan terbuka lebar membentuk cekungan seperti setengah lingkaran bola
(c)    Tepat saat bola berada di atas dan sedikit di depan dahi, lengan diluruskan dengan gerakan agak eksplosif untuk mendorong bola.
(d)   Perkenaan bola padaa permukaan jari-jari ruas pertama dan kedua, dan yang dominan mendorong bola adalah ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
(e)   Setelah bola memantul dengan baik, lanjutkan dengan meluruskan lengan ke depan atas sebagai gerakan lanjutan.
4)      Variasi passing atas
Seperti pada saat melakukan passing bawah, posisi dan jarak bola dengan badan tidak selalu dalam keadaan ideal untuk melakukan passing atas dengan posisi normal. Darai situasi bola yang bermacam-macam tersebut, secara garis besarnya variasi passing atas antara lain:
(a)    Passing atas pada bola rendah
(b)   Passing atas dengan bola di samping badan (sideway overhand pass)
(c)    Passing atas dengan bergeser mundur (backward overhand pass)
(d)   Passing atas dengan bergerak mundur diagonal 45° (45 degree diagonal overhand pass)
(e)   Passing atas dengan meloncat (overhand jumping pass)
(f)     Passing atas ke belakang (overhand back pass)
(g)    Passing atas ke belakang dengan berputar 180° (reverse overhand back pass).
 




 

1.       Hakekat dan Sejarah Perkembangan Permainan Bola Voli
a.         Hakekat Permainan Bola Voli
Permainan bola voli adalah suatu cabang olahraga dengan memvoli bola di udara hilir mudik di atas jarring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. Memvoli atau memantulkan bola ke udara dapat mempergunakan bagian tubuh mana saja (asalkan sentuhan atau pantulanya sempurna).
2.       Teknik-Teknik Permainan Bola Voli
a.         Teknik Dasar Servis
Pada mulanya servis hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan. Sesuai dengan kemajuan permainan, servis ditinjau dari sudut taktik merupakan suatu serangan awal untuk mendapt nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Keberhasilan suatu servis bergantung pada kecepatan bola, jalan, dan putaran bola, serta penempatan bola ketempat kosong kepada pemain ke garis belakang kepada pemain yang melakukan perppindahan tempat.

Macam-macam servis dalam permainan bola voli adalah sebagai berikut:
1)         Servis tangan bawah (Underhand Service)
Servis yang sangat sederhana dan diajarkan terutama untuk pemain pemula.
Cara melakukannya:
(a) Berdiri didaerah servis menghadap kelapangan, kaki kiri berada di depan
(b) Bola dipegang pada tangan kiri, tangan kanan menggenggam atau dengan telapak tangan terbuka
(c)  Lutut agak ditekuk sedikit dan berat badan berada ditengah
(d) Bola dilambungkan di depan pundak kanan  (setingi 10-20 cm), bersamaan dengan itu tangan kanan ditarik kebelakang, kemudian di ayunkan ke depan atas mengenai bagian belakang bawah bola
(e) Setelah memukul bola diikuti dengan memindahkan berat badan kedepan, dengan melangkahkan kaki kanan ke depan dan segerah masuk ke lapangan untuk mengambil posisi dengan sikap siap normal
2)         Servis mengapung (Floating Service)
Ialah jenis servis yang membuat jalannya bola tidak mengandung putaran (bola bergerak mengapung atau mengambang). Kesulitan lawan dalam menerima bola yang mengapung dan tidak bergerak dalam sat lintasan lurus, kecepatannya tidak teratur, bola sering melayang ke kiri dan ke kanan atau ke atas ke bawah sehingga menimbulkan kesukaran untuk memprediksi arah datangnya bola secara tepat.
Cara melakukan floating service adalah sebagai berikut:
(a) Berdiri di daerah servis menghadap kelapangan, kaki kiri berada di depan. Akan tetapi adapula pemain berdiri dengan kedua kaki sejajar dengan menghadap ke net.
(b) Bola dipegang di tangan kiri setinggi kepala, tangan kanan menggenggam atau dapat pula telapak tangan terbuka
(c)  Bola di lambungkan di depan atas lebih tinggi dari kepala
(d) Tangan kanan segera memukul bola bagian tengah belakang bola
(e) Untuk menghindari terjadinya putaran pada bola, pergelangan tangan harus difiksir atau ditegangkan
(f)  Lengan pemukul harus segaris dengan gaya yang dihasilkan atau di dorongkan ke depan. Jika pukala dilakukan dengan gerakan yang cepat (pukulan keras) dapat dilakukan tanpa gerak lanjut
3)      Overhand round-house service (Hook service)
Servis jenis ini desebut juga servis cekis, yaitu bolanya hanya disentuh sedikit (pukulan tidak keras) dan bola di arahkan ke salah satu sasaran tertentu. Walaupun hasil pukulannya tidak keras, akan tetapi dapat menyulitkan lawan dalam mengantisipasinya.
Cara melakukanya:
(a) Berdiri menyamping lapangan, jarak kedua kaki selebar bahu
(b) Kedua tangan memegang bola, tangan kanan menggenggam atau dapat pula telapak tangan terbuka
(c)  Lambungkan bola diatas bahu kanan (di atas lengan yang akan memukul bola)
(d) Kemudian ayunkan lengan kanan ke arah bola dengan gerakan melingkar secepat mungkin, telapak tangan dalam keadaan terbuka
(e) Saat telapak tangan mengenai bola, lengan dalam keadaan lurus dan gunakan lecutan pergelangan tangan (untuk menambah kecepatan putaran bola)
(f)  Setelah tangan mengenai bola, lanjutkan gerakan lengan kanan melingkar ke arah kiri dan pindahkan berat badan ke kaki kiri

b.      Teknik Dasar Passing
Passing dalam permainan bola voli ialah mengoperkan bola kepada teman seregunya dengan teknik tertentu, sebagai langkah awal menyusun pola serangan kepada regu lawan.           
Macam-macam passing adalah sebagai berikut:
1)      Passing bawah normal
Cara melakukannya:
(a)    Ambil sikap siap normal dalam permainan bola voli yaitu kedua lutut di tekuk dengan badan sedikit dibengkokkan kedepan.
(b)   Berat badan menumpu pada telapak kaki bagian depan untuk mendapatkan keseimbangan labil agar dapat lebih mudah dan lenih cepat bergerak ke segala arah.
(c)    Kedua tangan saling berpegangan, yaitu punggung tangan kanan diletakkan di atas telapak tangan kiri, kemudian saling berpegangan.
(d)   Ayunkan kedua lengan ke arah bola dengan sumbu gerak pada persendihan bahu dan siku betul-betul dalam keadaan lurus
(e)   Perkenaan bola pada bagian proksikal dari lengan, di atas pergelangan tangan dan pada waktu lengan membentuk sudut 45° dengan badan.
(f)     Setelah lengan mengenai bola, kaki belakang melangkah ke depan untuk mengambil posisi siap kembali dan lengan untuk passing bawah dibawah ke depan  (tidak melebihi sudut 90° dengan bahu atau badan).
2)      Variasi passing bawah
Pada saat melakukan passing bawah dalam situasi permainan, jarak bola dengan badan tidak selalu dalam keadaan ideal untuk dapat melakukan passing bawah dengan posisi nirmal. Dari keadaan posisi bola yang bermacam-macam, secara garis besar variasi passing bawah terdiri dari:
(a)    Passing bawah ke depan pada bola rendah (crouching underhand pass)
(b)   Passing bawah bergeser diagonal 45° ke depan (45 degree diagonal underhand pass)
(c)    Passing bawah pada bola jauh di samping badan (underhand pass hitting ball away from body)
(d)   Passing bawah dengan bergerak mundur (backward underhand pass)
(e)   Passing bawah dengan bergerak mundur diagonal 45° (45 degree diagonal backward underhand pass)
(f)     Passing bawah kebelakang (underhand back pass).


3)      Passing atas normal
Cara passing atas normal adalah sebagai berikut:
(a)    Ambil posisi sikap siap normal, yaitu kedua kaki berdiri selebar dada, berat badan menumpu pada telapak kaki bagian depan, lutut ditekuk dengan badan merendah.
(b)   Tempatkan badan secepat mungkin di bawah bola dengan kedua tangan di angkat lebih tinggi dari dahi dan ajri-jari tangan terbuka lebar membentuk cekungan seperti setengah lingkaran bola
(c)    Tepat saat bola berada di atas dan sedikit di depan dahi, lengan diluruskan dengan gerakan agak eksplosif untuk mendorong bola.
(d)   Perkenaan bola padaa permukaan jari-jari ruas pertama dan kedua, dan yang dominan mendorong bola adalah ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
(e)   Setelah bola memantul dengan baik, lanjutkan dengan meluruskan lengan ke depan atas sebagai gerakan lanjutan.
4)      Variasi passing atas
Seperti pada saat melakukan passing bawah, posisi dan jarak bola dengan badan tidak selalu dalam keadaan ideal untuk melakukan passing atas dengan posisi normal. Darai situasi bola yang bermacam-macam tersebut, secara garis besarnya variasi passing atas antara lain:
(a)    Passing atas pada bola rendah
(b)   Passing atas dengan bola di samping badan (sideway overhand pass)
(c)    Passing atas dengan bergeser mundur (backward overhand pass)
(d)   Passing atas dengan bergerak mundur diagonal 45° (45 degree diagonal overhand pass)
(e)   Passing atas dengan meloncat (overhand jumping pass)
(f)     Passing atas ke belakang (overhand back pass)
(g)    Passing atas ke belakang dengan berputar 180° (reverse overhand back pass).

c.       Teknik Dasar Mengumpan (Set-Up)
Mengumpan dalam permainan bola voli ialah menyajikan bola kepada teman seregunya yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk Smash. Teknik mengumpan pada dasarnya sama dengan teknik passing. Perbedaanya hanya pada tujuan dan kurva jalannya bola.
Umpan yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:
1)      Bola harus melambung dengan tenang di daerah serang di lapangan sendiri
2)      Bola harus berada di atas jarring dengan ketinggian yang cukup agar dapat di-smash oleh smasher
3)      Jarak umpan dengan net sesuai dengan tipe serangan yang diinginkan. Pada umpan yang normal jarak bola dengan net berkisar antara 20-50 cm.

Menurut cara melakukan smash, mengumpan (Set-Up) dapat dilakukan dengan dua cara,
antara lain:
1)      Smash menurut macamnya
(a)      Umpan normal
(b)     Umpan semi
(c)      Umpan dorong (Push)
(d)     Umpan Pull (Quick)
(e)     Umpan Pull Straight
2)      Menurut arah bola dari sisi pengumpan
(a)      Mengumpan ke depan dekat dan sejajar dengan net
(b)     Mengumpan ke belakang dekat dan sejajr dengan net
(c)      Mengumpan ke depan dengan meloncat
(d)     Mengumpan ke belakang dengan meloncat

d.      Teknik Dasar Smash (Spike)
Smash ialah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan. Untuk mencapai keberhasilan yang gemlang dalam melakukan smash ini diperlukan raihan atau jankauan yang tinggi dan kemampuan meloncat yang tinggi pula.
Smash merupakan suatu teknik yang mempunyai gerakan yang komplek terdiri atas: (1) langkah, (2) tolakanuntuk meloncat, (3) memukul bola saat melayang di udara, dan (4) saat mendarat kembali setelah memukul bola

Proses gerakan malakukana smash adalah sebagai berikut:
1)      Berdiri serong kurang lebih 45° dengan jarak 3-4 meter dari belakang net.
2)      Langkahkan kaki kiri ke depan dengan langkah biasa, kemudian diikuti dengan langkah kaki kanan yang panjang, diikuti dengan segera oleh kaki kiri yang diletakkan di samping kaki kanan (ujung kaki kiri sedikit berada di depan kaki kanan).
3)      Sambil menekuk lutut rendah, kedua lengan berada di belakang badan, segera malakukan tolakan sambil mengayunkan lengan ke depan atas.
4)      Pada saat loncatan tertinggi, segerameraih dan memukul bola setinggi-tingginya di atas net.
5)      Mendarat kembali dengan menumpu pada kedua belah kaki sambil mengeper dan mengambila sikap siap normal.
e.      Teknik Dasar Bendungan (Block)
Block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menahan serangan lawan. Jika dilihat dari teknik gerakannya, block bukanlah merupakan teknik yang sulit dilakukan. Namun, keberhasilan suatu block persentasenya relative kecil karena bola smash yang akan di block arahnya di kendalikan oleh lawan (lawan selalu berusaha menghindari block tersebut).
Block sangat erat sekali dengan teknik bertahan yang dilakukan di atas net. Keberhasilan block dapat ditentukan oleh loncatan yang tinggi dan kemampuan menjangkau lengan pada bola yang sedang dipukkul lawan, block dapat dilakukan oleh satu, dua, atau tiga pemain bergantung pada kualitaass pemain lawan. Block dapat dilakukan dengan dua cara yaitu block aktif dan block pasif.
Ada empat tahap untuk melakukan block terhadap serangan lawan, yaitu:
(1)    Tahap pertama bergerak menuju arah bola
(2)    Tahap kedua take-off atau melompat
(3)    Tahap ketiga kontak dengan bola
(4)    Tahap keempat mendarat

Menurut banyaknya pem-block, block dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1)      Block satu pemain
Cara melakukannya adalah:
a)      Berdiri menghadap net, jarak kedua kaki selebar pundak, lutut ditekuk dan kedua tangan siap di depan dada
b)      Pandangan mengawasi jalannya boladan memperhatikan smasher yang akan melakukan pukulan.
c)       Dengan menolakkan kedua kaki sambil membawa kedua lengan ke atas, kedua telapak tangan di rapatkan, jari-jari direnggangkan.
d)      Posisi kedua tangan menutup daerah yang di perkirakan menjadi sasaran utama lintasan, tangan digerakkan ke arah bola, terutama gerak pergelangan tangan.
2)      Block dua atau tiga pemain

3.       Gambar lapangan



 

1 komentar:

Mega Dwi Setyaningrum mengatakan...

Makasih infonya

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes