Selasa, 20 November 2012

pendidikan




“TUTOR SEBAYA” ALTERNATIF MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

            Salah satu masalah yang sekarang dihadapi dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982:27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan , motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (1982:11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.
            Nurita putranti (dalam http://nuritaputranti.wordpress.com) mengemukakan bahwa sering ditemukan dilapangan seorang guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Dari permasalahan itulah timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana, sistematik, bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar.
            Akhir akhir ini makin banyak perhatian pengajaran tutor sebaya yang pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan dari dan kepada siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal. Menurut nurita putranti (dalam http://nuritaputranti.wordpress.com) mengemukakan “tutor sebaya adalah siswa di kelas tertentu yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya yang memiliki tugas untuk membantu kesulitan anggotanya dalam memahami materi ajar. Menurut Edward L. Dejnozken dan Daven E. Kopel dalam American Education Engcyclopedia menyebutkan “tutor sebaya adalah sebuah prosedur siswa mengajar siswa lainya. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya “tutor sebaya adalah seorang siswa yang dianggap mampu dan berprestasi dalam kelas tertentu untuk membantu siswa lainya dalam memahami suatu materi ajar tertentu.
            Pengajaran tutor sebaya ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap pengajaran klasikal dengan kelas yang terlampau besar dan padat sehingga guru atau tenaga pengajar tak dapat memberikan bantuan individual, bahkan sering tidak mengenal para pelajar seorang demi seorang. Selain itu para pendidik mengetahui bahwa para siswa menunjukan perbedaan dalam cara-cara belajar. Pengajaran klasikal yang menggunakan proses belajar-mengajar yang sama bagi semua siswa tidak akan sesuai bagi kebutuhan dan kepribadian setiap siswa. Maka karena itu perlu dicari sistem pengajaran yang membuka kemungkinan memberikan pengajaran bagi sejumlah besar siswa dan disamping itu memberikan kesempatan bagi pengajaran tutor sebaya. Tentunya dalam tutor sebaya tidak harus monoton satu anak yang berprestasi saja, karena belum tentu semua pelajaran dikuasai dengan baik, hal itu dapat ditutupi dengan metode tutor sebaya secara bergantian dengan mempertimbangkan kemampuan siswa permatapelajaran. Tutor sebaya juga mempunyai kelebihan dan kelemahan. Menurut Suryono dan Amin (dalam http://binham.wordpress.com) menyatakan ada beberapa kelebihan dan kelemahan bimbingan tutor sebaya antara lain:
Adapun kelebihan tutor sebaya adalah sebagai berikut:
1)      Adanya suasana hubungan yang lebih akrab dan dekat antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu
2)      Bagi siswa yang menjadi tutor sendiri kegiatanya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar
3)      Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang dibantu
4)      Dapat mewujudkan nilai-nilai karakteristik siswa yaitu meningkatkan rasa tanggung jawab dan percaya diri
5)      Siswa belajar untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan yang tinggi
Adapun kelemahan tutor sebaya adalah sebagai berikut:
1)      Siswa yang dipilih sebagai tutor sebaya dan berprestasi baik belum tentu mempunyai hubungan yang baik dengan siswa lainya atau siswa yang dibantu
2)      Siswa yang dipilih sebagai tutor sebaya belum tentu bisa menyampaikan materi dengan baik.
Mengacu pada kelebihan dan kelemahan tutor sebaya diperlukan peran penting guru mengatur metode pembelajaran tersebut. Bagi siswa yang menjadi tutor dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut, mulailah dengan tujuan yang jelas dan mudah dicapai sesuai kemampuan, jelaskan tujuan itu kepada seluruh siswa (kelas) agar proses bimbingan berjalan dengan baik atau agar pelajaran mudah dipahami, siapkan bahan dan sumber belajar yang memadai seolah –olah akan melakukan presentasi di depan kelas, gunakan cara yang praktis agar kelas lebih mudah mengerti, hindari  cara yang sama yang dilakukan oleh guru mapel agar tidak monoton, jadilah pribadi yang melayani dan jangan sombong.
Dalam proses pembelajaran disekolah siswa lazimnya tidak hanya membutuhkan guru tetapi juga siswa yang lain,dengan asumsi lebih baik memberikan bantuan ke teman kelas ataupun lebih luas dengan membantu mereka memahami suatu materi tertentu dari pada kita membantu mereka lewat hasil  bukan proses (contoh: memberikan kunci jawaban saat ulangan harian atau tes UTS dan UKK). Proses tutor sebaya ini merupakan satu alternatif untuk mengurangi krisis kepercayaan diri siswa mengenai kemampuan pribadinya sehingga menimbulkan slogan  motivasi “SAYA JUGA BISA”.
Jadi, sebagai siswa yang merasa pandai dan berprestasi diharapkan untuk memberikan penjelasan kepada siswa yang kurang pandai melalui “tutor sebaya”. Demikian juga , dianjurkan kepada siswa yang kurang pandai untuk bertanya kepada atau meminta penjelasan dari siswa yang pandai terlebih dahulu sebelum kepada guru. Bahwa sebenarnya belajar dapat diperoleh dari siapa saja tidak selalu dari guru sehingga ketergantungan siswa kepada guru akan berkurang dan terciptalah kemandirian siswa dalam belajar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes