Minggu, 25 November 2012

Prinsip-prinsip latihan

PRINSIP-PRINSIP LATIHAN

Prestasi olahraga tidak akan meningkat jika dalam berlatih tidak berlandaskan prinsip-prinsip latihan. Banyak orang yang melakukan latihan tetapi sebenarnya mereka tidak melakukan latihan dengan benar. Sebelum kita bahas latihan lebih lanjut ada baiknya kita ketahui pengertian latihan.
     Latihan adalah suatu proses yang sistematis dari kerja fisik yang dilakukan berulang-ulang dengan menerapkan prinsip-rinsip latihan. Adapun yang dimaksud sistematis bahwa latihan tersebut dilaksanakan secara berencana, teratur, berpola, dan berkesinambungan. Sedangkan berulang-ulang diartikan bahwa gerakan yang dipelajari dilakukan beberapa kali sehingga gerakan itu menjadi otomatis dan refleksif dalam koordinasi gerak yang lebih mulus dan efisien.
     Prinsip-prinsip latihan yang akan dikemukakan disini adalah prinsip-prinsip dasar dari latihan yang perlu diketahui dan diterapkan dalam setiap cabang olahraga. Dengan pengetahuan tentang prinsip-prinsip latihan tersebut diharapkan prestasi seorang atlet akan lebih cepat meningkat. Prinsip-prinsip latihan  yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Frekwensi Latihan:  Latihan dilaksanakan sesering mungkin dan terencana dalam waktu yang panjang. Frekwensi latihan berbeda untuk setiap cabang olahraga, hal ini tergantung dari tingkat kesulitan gerak dan pencapaian prestasi. sebagai contoh untuk latihan dasar renang bagi pemula akan memerlukan frekwensi latihan yang lebih banyak dibandingan dengan frekwensi latihan cabang angkat besi.
  2. Overload: Latihan harus diberikan dengan beban cukup berat mendekati batas kemampuan atau ambang rangsang agar dapat memberikan perubahan secara biologis didalam tubuh atlet serta mentalnya. Beban latihan selalu bertambah secara terencana dan teratur sehingga kemampuan otot-otot juga akan semakin meningkat.
  3. Specifikasi Latihan: Latihan akan berpengaruh secara specifik terhadap tubuh kita terutama berpengaruh terhadap kelompok otot tertentu, ruang gerak persendian, dan sistem energi. Jadi sebelum latihan kita tentukan terlebih dahulu apa yang akan dilatih apakah teknik atau kemampuan fisik dan yang terpenting adalah agar latihan yang diterapkan sesuai dengan cabang olahraga yang akan ditingkatkan prestasinya.
  4. Individualisasi: Sekalipun sejumlah atlet memiliki prestasi yang hampir sama tetapi prinsip individualis harus menjadi perhatian utama untuk itu konsep latihan harus disusun sesuai dengan kemampuan serta kekhasan setiap individu. Latihan merupakan masalah pribadi artinya setiap atlet akan memberikan reaksi yang berbeda terhadap beban latihan yang sama.
  5. Kualitas Latihan: Latihan harus bermutu oleh sebab itu latihan intensif harus disertai koreksi yang tepat serta konstruktif agar tujuan dari latihan tercapai.
  6. Variasi Latihan: Latihan yang berulang-ulang seringkali menimbulkan rasa jenuh untuk itu pelatih dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program latihan. Banyak ragam latihan akan mengurangi kejenuhan itu misalnya latihan yang dikemas dalam suatu permainan baik individu maupun kelompok dapat mengurangi kejenuhan.
  7. Model Latihan: Latihan sebaiknya berisikan unsur-unsur yang menyerupai situasi dan kondisi pertandingan yang sesungguhnya. Karena itu perlu diciptakan suatu model latihan yang hampir sama situasi dan kondisi yang kelak akan dialami dalam pertandingan sesungguhnya misalnya latihan dalam bentuk permainan sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.
  8. Metode Latihan: Dalam melatih ketrampilan olahraga seorang pelatih perlu mengetahui berbagai metode latihan dengan tujuan agar latihan tersebut lebih bervariasi dan produktif. Metode latihan yang dapat diterapkan antara lain; Whole and Part Method, Mental Practice, dan Mass and Distributed Ptractice.
  9. Goal Setting/Target: Setiap pelatih dalam melaksanakan program latihan pasti mempunyai tujuan atau target. Target atau sasaran dapat dilakukan secara bertahap agar keberhasilan mencapai tujuan akhir dapat terkontrol, tahap pertahap diatur sedemikian rupa dari mulai tahap jangka pendek sampai tahap jangka panjang.
  10. Monitoring: Hasil latihan harus selalu dimonitoring dan dievaluasi secara periodik dan secara kontinyu. Hal ini sangat perlu guna mengetahui apakah program latihan berjalan sebagaimana mestinya, dan pada akhirnya Program latihan yang disusun dan dilaksanakan akan mendapatkan hasil optimal sesuai yang diharapkan.

Unsur-unsur Latihan Olahraga

Salam hangat buat sobat blogger beberapa waktu yang lalu saya telah share tentang Metodologi Kepelatihan Olahraga, kali inipun bahasan masih seputar Metodologi Kepelatihan. Sepertii yang telah kita bahas sebelumnya bahwa banyak faktor yang dapat menunjang tercapainya prestasi optimal seorang atlit yaitu; 
  1. Aspek Latihan
  2. Program Latihan
  3. Prinsip Latihan
  4. Unsur-unsur Latihan
Ketiga faktor tersebut telah kita bahas, nah sekarang saatnya untuk mengupas faktor yang ke-empat yaitu unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam merencanakan dan melaksanakan program latihan olahraga prestasi. Baik untuk menyingkat waktu langsung ke TKP hehehe...
Unsur-unsur latihan olahraga dibagi menjadi beberapa bagian:
  1. Intensitas: yang dimaksud intensitas latihan adalah tingkat kegiatan didalam melakukan suatu latihan, misalnya; pace atau kecepatan lari atau sering juga disebut kualitas latihan. Intensitas latihan dapat ditentukan dengan menggunakan Teori Karvoner. 
  2. Duration: adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan satu pembebanan latihan tanpa harus istirahat. seorang atlit dapat  meningkat kemampuannya apabila kian menambah waktu latihannya namun demikian perlu dijaga agar jangan sampai melebihi batas (over trainning) karena hal ini juga bisa membahayakan atlit tersebut.
  3. Volume: dalam latihan olahraga prestasi hal yang tidak kalah untuk diperhatikan yaitu volume latihan, yang dimaksud adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pembebanan latihan didalam satu session latihan. Jadi semakin cepat seorang atlit menyelesaikan beban latihan dalam satu session maka mengindikasikan bahwa kemampuannya semakin baik.
  4. Istirahat/Rest: adalah waktu yang diperlukan untuk pemulihan/recovery antara periode pembebanan.latihan. Masing-masing atlit membutuhkan itirahat/rest yang berbeda-beda, ada atlit yang harus istirahat lebih lama dalam melakukan recovery dan ada yang sebaliknya hal ini dipengaruhi oleh kemampuan kardiovasculer dari atlit yang bersangkutan, semakin baik kardiovaskulernya akan semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk recovery.
  5. Repetisi: adalah jumlah pengulangan yang dilakukan dalam suatu bentuk latihan. Biasanya repetisi dilakukan antara delapan sampai sepuluh kali dari satu bentuk latihan. Hal ini bertujuan agar bentuk latihan/gerakan lebih gampang dikuasai sehingga otomatisai gerakan atau reflek gerak cepat tercapai.

Pengukuran kelenturan tubuh

Cara Pengukuran Kelenturan Tubuh

Pengertian Kelenturan tubuh.
Kelenturan tubuh sebagai bagian dari komponen kebugaran jasmani adalah kemampuan kemampuan dari suatu individu untuk menggerakan tubuh dan bagian-baiannya dimana lebar bidang gerakan tanpa merasakan ketegangan pada artikulasi-artikulasi dan pemasangan-pemasangan otot. Seorang atlit harus mempunyai kebugaran tubuh yang baik salah satunya yaitu kelenturan tubuh. Hal ini untuk mengurangi ketegangan otot yang dapat menyebabkan cidera pada saat melakukan gerak olahraga.Untuk mengetahui hasil dari suatu latihan yaitu dengan melakukan monitoring dengan cara pengukuran, agar latihan yang dilakukan dapat dievaluasi baik dari segi frekuensi maupun intensitasnya. Pada posting kali ini saya ingin share dengan teman blogger dan siapa saja yang ingin mengetahui cara pengukuran kelenturan tubuh.
Tubuh kita pada hakekatnya mempunyai elastisitas atau kelenturan, dimana bagian-bagian dari tubuh kita dapat ditekuk atau dilipat. Kelenturan tubuh seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti usia, latihan dan kondisi fisiknya.

- Pada waktu kita masih anak-anak kita gampang sekali melakukan gerak yang membutuhkan kelenturan tubuh seperti sikap gerak; cium lutut, melakukan sikap gerakan kayang, bersimpuh dan sebagainya namun setelah kita dewasa dan semakin bertambah usia rasanya kita sulit melakukan gerakan-gerakan tersebut.
- Faktor kedua yang mempengaruhi kelenturan tubuh yaitu latihan, artinya walaupun usia kita tidak muda lagi namun kelenturan tubuh kita masih bisa optimal kalau kita giat dan rutin berlatih. Latihan kelenturan tubuh bagi orang yang sudah dewasa akan lebih lama dibandingkan dengan anak-anak, hal ini disebabkan oleh kekakuan otot dan sendi orang dewasa yang jarang latihan, efek latihannyapun akan terasa lebih sakit.
- Faktor yang ketiga adalah kondisi fisik, yang dimaksud dengan ini adalah orang dengan kondisi fisik normal akan lebih mudah melakukan latihan kelenturan tubuh jika dibandingkan dengan orang yang cacat fisik seperti bongkok atau kelainan tulang belakang.

Agar Kelenturan tubuh kita terjaga dengan baik maka disarankan melakukan latihan dari sejak usia dini sampai dewasa. Latihan yang bisa dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kelenturan tubuh seperti; streching atau peregangan otot-otot tubuh, seperti otot lengan, otot punggung, otot perut, dan otot tungkai.

Setelah kita melakukan latihan-latihan seperti yang sudah saya sebutkan di atas lalu bagamaina cara mengukur kelenturan tubuh kita? Mari simak tulisan berikut:
  • Alat yang diperlukan
  1. Bangku dengan tinggi minimal 50 centimeter
  2. Mistar dengan ukuran tinggi 50 centimeter
  • Pelaksanaan
  1. kaki tidak beralas
  2. Berdiri di atas bangku dengan kedua kaki lurus dan rapat
  3. Lutut bagian belakang lurus
  4. Secara perlahan bungkukan badan dengan posisi lengan dan kedua tangan lurus ke bawah menyentuh mistar skala. Usahakan agar ujung jari kedua tangan mencapai skala sejauh mungkin dan pertahankan selama tiga detik. Catatan: kedua telapak tangan dapat ditaburi kapur agar pencapain ada tanda bekasnya.
  • Hasil Pengukuran
  1. Yang diukur adalah tanda bekas sentuhan terjauh dari jangkauan tangan pada mistar selama tiga detik.
  2. Cocokan hasil dengan tabel berikut:
- Baik sekali apabila jangkauan tangan lebih dari 19 centimeter
- Baik apabila jangkauan tangan 11,5 sampai 19 centimeter
- Sedang apabila jangkauan tangan 1,5 sampai kurang dari 11,5
- Kurang apabila jangkauan tangan -6,5 sampai 1,5
- Kurang Sekali apabila jangkauan tangan kurang dari -6,5

Setelah kita mengetahui cara pengukuran kelenturan tubuh mari kita lakukan pada diri masing-masing dan termasuk kategori manakah kondisi kebugaran tubuh kita dilihat dari segi kelenturan? Selamat mencoba.

Daya ledak tungkai

Cara Pengukuran Daya Ledak Otot Tungkai dengan Loncat Tegak

Daya ledak otot merupakan kemampuan otot atau sekelompok otot dalam melakukan kerja secara eksplosiv yaitu secara cepat dan kuat. Kemampuan daya ledak otot (power) sangat diperlukan bagi atlit olahraga yang membutuhkan gerakan secara cepat dan kuat, misalnya pada saat atlit bola voli melakukan smass, atlit lari jarak pendek melakukan start dan lari sprint, dan sebagainya.

Daya ledak otot dapat kita ukur dengan alat yang sederhana, khusus untuk Pengukuran daya ledak otot tungkai bisa dilakukan dengan loncat tegak. Siswa yang akan diukur daya ledak ototnya harus melakukan loncatan vertikal dan dengan melihat tabel sudah dapat diukur kemampuan daya ledak ototnya, mudah bukan? untuk lebih lengkapnya mari kita simak cara pengukuran daya ledak otot tungkai dengan loncat tegak.
  1. Alat
  • Papan berskala
  • Penghapus papan tulis
  • Serbuk kapur/magnesium sulfat
  • Alat tulis
  1. Persiapan pelaksanaan  
  • Papan berskala pada dinding setinggi raihan siswa/atlit yang diukur
  • Sebelum melakukan loncatan , tangan ditaburi serbuk kapur
  • Peserta berdiri di bawah papan skala dengan posisi menyamping
  • Tangan yang akan difungsikan menempuh papan skala diangkat ke atas tinggi dan ditempelkan pada papan skala hingga membekas dan dapat terbaca pada papan skala tanda ini adalah titik A
  1. Gerakan
  • Lakukan gerakan merendahkan tubuh dengan menekuk kedua lutut.
  • Lakukan loncatan ke atas setinggi-tingginya dan pada saat puncak lompata tepuk atau tempelkan tangan pada papan skala, tanda yang membekas pada papan skala adalah titik B.
  • Selisih antara titik B dan titik A adalah prestasi lompatan.
  • Untuk melihat hasil kekeuatan daya ledak otot tungkai cocokan dengan tabel di bawah ini:
Tabel Norma loncat tegak untuk laki-laki dan perempuan:
- lebih dari 89 cm           Nilai 10
- 85-88                          Nilai   9
- 81-85                          Nilai   8
- 76-80                          Nilai   7
- 71-75                          Nilai   6
- 66-70                          Nilai   5
- 60-65                          Nilai   4
- 50-59                          Nilai   3
- 40-49                          Nilai   2
- kurang dari 40             Nilai    1
itulah sekilas tentang cara pengukuran daya ledak otot tungkai dengan loncat tegak, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang akan melakukan pengukuran. Kritik dan saran selalu saya nantikan untuk perbaikan tulisan di blog ini.

Lompat tinggi gaya guling (Straddle)

Teknik Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle)

Pada posting terdahulu telah dijelaskan tentang teknik lompat jauh, mulai dari teknik awalan sampai teknik mendarat yang benar. Kali ini akan dibahas materi Atletik nomor lompat yang lain yaitu: teknik lompat tinggi khususnya lompat tinggi gaya guling perut atau sering di sebut gaya straddle.
Pada saat saya di sekolah dasar lompat tinggi gaya straddle disebut gaya anjing kencing hehehe.... karena gerakan lompat tinggi ini mirip dengan gerakan saat anjing buang air kecil, tidak percaya silahkan amati sendiri.

Baiklah kita lanjutkan pembahasan tentang lompat tinggi gaya guling atau straddle. Untuk dapat melakukan gerakan lompat tinggi gaya guling atau stradlle terlebih dulu harus menguasai beberapa teknik dasarnya yaitu sebagai berikut:
  1. Teknik langkah lari untuk awalan. Teknik awalan lompat tinggi gaya guling atau stradlle dilakukan dari depan samping mistar dengan sudut kemiringan antara 20-45 derajat. Pada umumnya jarak melakukan awalan adalah 10 sampai 15 meter. Yang sangat penting diperhatikan dalam melakukan awalan adalah tiga langkah terakhir, yaitu dengan mempercepat, langkah diperpanjang, dan badan lebih condong ke belakang.
  2. Teknik tolakan kaki. Teknik ini dilakukan menggunakan kaki yang terkuat, setelah selesai melakukan awalan kaki belakang di ayun ke atas di samping mistar, kepala ditengadahkan ke belakang, kedua tangan di ayun ke atas, bersamaan dengan itu kaki tolak ditolakkan sekuat-kuatnya. Sedangkan urutan tolakan dimulai dengan tumit menggelinding ke ujung kaki.
Latihan teknik tolakan kaki dapat dilakukan sebagai berikut:
- Mengayunkan kaki dengan bantuan bola atau menyentuhkan kaki ayun pada benda yang letaknya tinggi di depan badan.
- Berlatih mengayunkan kaki pada mistar yang direndahkan.

3.      Teknik sikap saat melayang di atas mistar. Teknik melayang di atas mistar pada lompat tinggi gaya guling ini dilakukan setelah menguasai teknik tolakan dengan baik dan benar. Teknik di atas mistar dengan bentuk dan sikap seperti sikap telungkup seperti tidur.
4.      Teknik mendarat. Teknik mendarat didahului dengan gerakan guling di atas mistar, kemudian kaki ayun mendarat terlebih dulu diikuti bahu dan seluruh badan.
Catatan: Jika tempat mendarat menggunakan busa atau spon yang tebal maka teknik pendaratan bisa dilakukan dengan bahu kanan dan diikuti seluruh badan.

Cara lay-up

Cara Latihan Teknik Lay Up dan Teknik Pivot Bola Basket

Pada Posting terdahulu telah kita pelajari tentang teknik dasar permainan bola basket, di antaranya teknik driblling, teknik passing. Kali ini akan kita lanjutkan belajar teknik dasar permainan bola basket lanjutan yaitu tentang cara latihan teknik lay up dan teknik pivot.
Lay Up adalah suatu tembakan atau shooting yang dilakukan dengan jarak dekat sekali dengan ring basket. memasukan bola dengan cara lay up diawali dengan gerakan langkah lebar kemudian langkah pendek dan dilanjutkan dengan lompatan setinggi-tingginya untuk memasukan bola ke ring basket. Dalam bahasa yang sederhana Lay up adalah memasukan bola ke dalam ring basket yang di dahului dengan langkah dan lompat. Bagaimana cara melakukan latihan lay up?
Agar kita dapat melakukan lay up mari kita pelajari teknik lay up yang benar yaitu:
  1. Pertama melakukan menggiring bola atau driblle bola dilanjutkan dengan gerakan melangkah lebar, sikap badan condong ke depan.
  2. Setelah mendekati ring atau posisi badan dekat dengan ring melakukan langkah pendek, dilanjutkan dengan gerakan menolak satu kaki sekuat-kuatnya untuk mendapatkan lompatan setinggi-tingginya.
  3. Bola kita pegang dengan satu tangan, bersamaan dengan puncak lompatan masukan bola ke dalam ring basket dengan gerakan dimulai dari samping ring sebelah kiri maupun kanan.
  4. sikap akhir mendarat dengan dua kaki bersama dengan ujung kaki yang menyentuh tanah dan dilanjutkan dengan gerakan ngeper atau sedikit menekuk lutut.
Selanjutnya cara melakukan latihan teknik Pivot. Pivot adalah gerakan membawa bola dengan cara jalan memutar tubuh ke segala arah dengan poros satu kaki sebagai sumbunya. Tujuan gerakan pivot adalah untuk menghindari sergapan lawan.
Cara melakukan latihan pivot adalah sebagai berikut:
  1. Sikap awal berdiri tegak dengan kaki dibuka selebar bahu, bola dipegang dengan dua tangan di depan dada.
  2. Putar badan ke depan atau ke belakang dengan melangkahkan satu kaki baik kaki kanan atau kaki kiri ke depan atau ke belakang sesuai dengan kebutuhan. Gerakan kaki lainnya menyesuaikan dengan kaki gerak dan berat badan pada kaki poros.
  3. Pandangan ke arah teman dengan tujuan agar lebih fokus jika akan melakukan operan atau passing lanjutan.

Organisasi olahraga di Indonesia

NAMA INDUK ORGANISASI SELURUH CABANG OLAHRAGA DI INDONESIA

Setiap cabang olahraga mempunyai Induk Organisasi, baik tingkat Nasional atau sering di sebut Top Organisasi Olahraga di Indonesia maupun Induk Organisasi tingkat Internasional. Induk Organisasi ini merupakan Kepengurusan tiap-tiap cabang pada tingkat  Nasional, yang membawahi dan membina olahraga olahraga di daerah. Kali ini saya akan share semua Induk organisasi olahraga di Indonesia, yang meliputi cabang olahraga permainan, bela diri, atletik, dan cabang olahraga lainnya. Baiklah untuk menyingkat waktu berikut ini merupakan induk organisasi cabang olahraga di Indonesia:
  1. Basseball = Perserikatan Bisbol Dan Sofball Amatir Seluruh Indonesia / PERBASASI
  2. Biliar = Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia / POBSI
  3. Bola Basket = Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia / PERBASI
  4. Bola Voli = Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia / PBVSI
  5. Boling = Persatuan Boling  Indonesia / PBI
  6. Bulu Tangkis = Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia / PBSI
  7. Catur = Persatuan Catur Seluruh Indonesia / PERCASI
  8. Golf = Persatuan Golf Indonesia / PGI
  9. Kartu = Gabungan Bridge Seluruh Indonesia / GABSI
  10. Renang = Persatuan Renang Seluruh Indonesia / PRSI
  11. Sepak Takraw = Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia / PSTI
  12. Sepak Bola = Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia / PSSI
  13. Squash = Persatuan Squash Indonesia / PSI
  14. Tennis = Persatuan Tennis Lapangan Seluruh Indonesia / PELTI
  15. Tenis Meja = Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia / PTMSI
  16. Anggar = Persatuan Anggar Seluruh Indonesia / IKASI
  17. Gulat = Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia / PGSI
  18. Judo = Persatuan Judo Seluruh Indonesia / PJSI
  19. Karate = Federasi Olahraga Karate-do Indonesia / FORKI
  20. Kempo = Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia / PERKEMI
  21. Pencak Silat = Ikatan Pencak Silat Indonesia / IPSI
  22. Taekwondo = Taekwondo Indonesia / TI
  23. Tarung Derajat = Keluarga Olahraga Tarung Derajat / KODRAT
  24. Tinju = Persatuan Tinju Amatir Indonesia / PERTINA
  25. Wushu = Wushu Indonesia / WI
  26. Aero Sport = Federasi Aero Sport Indonesia / FASI
  27. Atletik = Persatuan Atletik Seluruh Indonesia / PASI
  28. Berkuda = Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia / PORDASI
  29. Berlayar = Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia / PORLASI
  30. Binaraga = Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia / PABBSI
  31. Dayung = Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia / PODSI
  32. Drum Band = Persatuan Drum Band Indonesia / PDBI
  33. Kesehatan Olahraga = Kesehatan Olahraga Republik Indonesia / KORI
  34. Liong dan Barongsai = Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia / PLBSI
  35. Menembak = Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia / PERBAKIN
  36. Motor = Ikatan Motor Indonesia / IMI
  37. Olahraga Cacat = Badan Pembina Olahraga Cacat / BPOC
  38. Olahraga KORPRI = Badan Pembina Olahraga Korp Pegawai Republik Indonesia / BAPOR KORPRI
  39. Olahraga Mahasiswa = Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia / BAPOMI
  40. Olahraga Pelajar = Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia / BAPOPSI
  41. Olahraga Sepeda = Ikatan Sport Sepeda Indonesia / ISSI
  42. Olahraga Wanita = Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia / PERWOSI
  43. Panahan = Persatuan Panahan Indonesia / PERPANI
  44. Panjat Tebing = Federasi Panjat Tebing Indonesia / FPTI
  45. Selam = Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia / POSSI
  46. Senam = Persatuan Senam Indonesia / PERSANI
  47. Sepatu Roda = Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia / PERSEROSI
  48. Ski Air = Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia / PSASI
  49. Sport Dance = Ikatan Olahraga Dansa Indonesia / IODI
  50. Wartawan Olahraga = Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia / SIWO PWI
Itulah nama dan singkatan dari seluruh Induk Organisasi cabang Olahraga yang ada di Indonesia, semoga bermanfaat. Mungkin saja ada cabang olahraga yang belum saya tulis di posting ini mohon rekan blogger maupun pembaca berkenan mengoreksi dan menyampaikan pada komentar agar saya bisa mengedit dan menambahkannya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes